Ringkasan Materi Kimia| Hakikat Ilmu Kimia| X|


A.    Hakikat Ilmu Kimia

  Hakikat ilmu kimia merupakan perubahan bentuk, maupun susunan partikel suatu benda menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan. Hal ini memengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.
1.       Kimia Sebagai Proses
  Kimia sebagai suatu proses (alat atau metode) merupakan keterampilan-keterampilan dan sikap-sikap yang dibutuhkan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan.
Dari segi proses, kimia memiliki keterampilan sains, antara lain:
*      Mengidentifikasi dan menentukan variabel tetap dan variabel bebas.
*      Menentukan apa yang diukur dan diamati.
*      Keterampilan mengamati menggunakan sebanyak mungkin indra (tidak hanya indra penglihat), mengumpulkan fakta yang relevan, mencari kesamaan dan perbedaan.
*      Keterampilan dalam menafsirkan hasil pengamatan seperti mencatat secara terpisah setiap jenis pengamatan, dan dapat menghubung-hubungkan hasil pengamatan.
*      Keterampilan dalam meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan hasil-hasil pengamatan.
*      Keterampilan menggunakan alat/bahan dan mengapa alat/bahan itu digunakan. Selain itu adalah keterampilan dalam menerapkan konsep, baik penerapan konsep dalam situasi baru, menggunakan konsep dalam pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi, maupun dalam menyusun hipotesis.
2.       Kimia Sebagai Produk
  Semua fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum-hukum, dan teori-teori dalam kimia merupakan produk sains yang telah ditemukan oleh para ahli melalui berbagai macam proses sains.
  Fakta-fakta kimia contohnya seperti larutan NaCI yang dapat menghantarkan arus listrik dikarenakan NaCI dapat terionisasi dalam air menjadi ion-ionnya, sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
  Hukum-hukum kimia meliputi hokum dasar kimia yang memuat hukum kekekalan massa (hukum Lavoiseir), hokum perbandingan tetap (hokum Proust), hukum kelipatan perbandingan (hokum Dalton),  hokum perbandingan volum (hokum Gay-Lussac), dll.
  Teori-teori dalam kimia meliputi teori atom yang berkembang dari teori atom demokratis hingga teori atom mekanika kuantum. Teori asam-basa dimulai dari teori asam-basa Arrhenius, teori asam-basa Bronsted-Lowry, teori asam-basa Lewis, dll.
3.       Kimia Sebagai Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah menurut para ahli adalah sikap yang melekat dalam diri seseorang setelah mempelajari sains, yang mencakup sebagai berikut.
ü  Rasa ingin tahu.
ü  Jujur.
ü  Tekun.
ü  Teliti.
ü  Objektif.
ü  Terbuka menerima pendapat yang benar.
ü  Sikap peka terhadap lingkungan sekitar.




Sumber: LKS Kimia 

Komentar